Sabtu, 22 Desember 2012

PUISI



Menurut SUMARDI,  Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu serta pemilihan kata-kata kias (imajinatif).
Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.
1.      Struktur Fisik Puisi
Meliputi hal-hal sebagai berikut :
(1)   Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk penulisan puisi mengenai pengaturan tepi kanan-kiri, pengaturan baris, dan tidak selalu diawal kalimat menggunakan huruf kapital dan diakhiri tanda titik.
(2)   Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)
(3)   Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
(4)   Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap oleh indera sehingga memunculkan imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll.
 (5)   Bahasa figuratif, yaitu bahasa kiasan.
(6)   Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.

2. Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan meliputi :
(1)   Tema/makna (sense); makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2)   Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
(3)   Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa.
(4)   Amanat/tujuan/maksud.

JENIS PUISI
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama, puisi baru dan puisi kontemporer.
1.    Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.
      Ciri puisi lama:
·      Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
·      Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
·      Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Yang termasuk puisi lama adalah
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris

2. Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri Puisi Baru:
·   Bentuknya rapi, simetris
·  Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
·  Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
·  Sebagian besar puisi empat seuntai
·  Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
·  Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
3. Puisi Kontemporer yaitu puisi masa kini yang muncul sesuai perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir.
Ciri-ciri Puisi Kontemporer:
·  Kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa
·  Memakai kata-kata makin kasar, ejekan
·  Memakai kata-kata simbolik atau lambing intuisi, gaya bahasa, irama. (Sumber : wikipedia puisi)


DEKLAMASI PUISI ANAK SD PEMENANG JUARA PUISI RENDRA TK NASIONAL 2012
 

Sumber  http://www.youtube.com/watch?v=iu-o8KBt68M


0 komentar:

Posting Komentar

 

Our Linguistik. Design By: SkinCorner